Example floating
Example floating
PekanbaruPemerintahanSosial BudayaTNI/POLRI

Festival Kreatif Melayu, Kapolda Riau Serukan Cegah Karhutla Lewat Pantun

Admin
90
×

Festival Kreatif Melayu, Kapolda Riau Serukan Cegah Karhutla Lewat Pantun

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, hitsnasional.com – Suasana hangat dan kental nuansa budaya Melayu terasa di Rumah Singgah Tuan Kadi, Jalan Perdagangan, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Sabtu malam (19/4/2025).

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., turut memeriahkan Festival Kreatif Budaya Melayu yang menampilkan lomba berbalas pantun bertema pelestarian alam dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pesta rakyat menjelang Jambore Karhutla yang akan digelar akhir bulan ini.

Sejumlah pejabat hadir dalam acara tersebut, antara lain Pejabat Utama Polda Riau, Kapolresta Pekanbaru, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Pj Sekda, kepala dinas, serta perwakilan komunitas pemuda.

Kehadiran Kapolda Riau dan jajaran menegaskan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya lokal, serta mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu lingkungan.

Dalam sambutannya, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ajang edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga citra Indonesia di mata dunia. Ia juga menyebut Kapolda Riau berkomitmen untuk mengangkat seluruh unsur budaya lokal, termasuk budaya Tionghoa, dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, turut mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi lintas sektor yang terjalin. Ia juga melaporkan sejumlah capaian positif, salah satunya terbentuknya zona hijau bebas sampah di Jalan Sudirman, sebagai bukti sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan lomba pantun, pertunjukan musik orkestra bersama Hafis, tarian kreasi Marhum Pekan, hingga pemberian hadiah kepada para pemenang. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan disambut antusias oleh masyarakat.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga simbol kuat sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam mewujudkan Pekanbaru yang bersih, berbudaya, dan membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Kapolda Riau bersama Wali Kota Pekanbaru telah menggagas upaya menghidupkan kembali fungsi Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai destinasi wisata budaya dan pusat edukasi lingkungan. Rumah bersejarah ini kini dimanfaatkan sebagai ruang dialog masyarakat dan sarana penyuluhan mengenai pelestarian lingkungan, khususnya dalam upaya pencegahan karhutla.

Rumah Singgah Tuan Kadi merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Pekanbaru, yang dahulu menjadi tempat singgah Sultan Siak saat berkunjung ke wilayah Senapelan atau Pekanbaru.

“Budaya Melayu adalah identitas Provinsi Riau yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Rumah Singgah Tuan Kadi adalah warisan sejarah yang harus kita rawat untuk anak cucu bangsa,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan.

Kapolda Riau pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya dan menjaga lingkungan. Ia menyebut Rumah Singgah Tuan Kadi akan terus dihidupkan dengan kegiatan edukatif, khususnya terkait pentingnya menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *