DURI (BENGKALIS), hitsnasional.com – Seorang siswa dari salah satu sekolah dasar (SD) swasta di kawasan PT Adei, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan perkemahan yang diselenggarakan pihak sekolah pada Agustus 2024. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, kegiatan perkemahan dilaksanakan pada Senin, 12 Agustus 2024. Sekitar 20 siswa diberangkatkan menuju kawasan Jalan Lingkar pada pukul 02.00 WIB menggunakan bus milik PT Adei.
Informasi yang diterima keluarga menyebutkan, insiden yang diduga sebagai peristiwa tenggelam terjadi pada Rabu, 14 Agustus 2024, sekitar pukul 13.30 WIB. Kabar tersebut pertama kali diterima orang tua korban dari salah seorang wali murid yang turut mendampingi kegiatan.
Usai menerima informasi, keluarga berupaya menghubungi kepala sekolah untuk memperoleh penjelasan. Namun hingga saat itu, belum ada respons yang diterima. Orang tua korban kemudian menuju lokasi menggunakan ambulans milik PT Adei.
Setibanya di lokasi, korban diketahui telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di Perumahan Staf PT Adei untuk disemayamkan.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Rika Parlina, SH, menyampaikan keprihatinan serta belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya ananda Rey Frans Saragih. Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya dalam memastikan standar keselamatan dan pengawasan terhadap anak-anak dalam setiap kegiatan sekolah di luar lingkungan belajar,” ujarnya.
Ia juga mendorong pihak sekolah dan instansi terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan kegiatan luar sekolah. “Transparansi dan evaluasi sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak sekolah serta pihak terkait sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik.















