PEKANBARU, hitsnasional.com – Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dirangkai dengan buka puasa bersama insan pers di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi pers, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi antara wakil rakyat dengan insan pers di Provinsi Riau mengenai berbagai isu kebangsaan.
Dalam sambutannya, Syahrul Aidi Maazat menyampaikan apresiasi atas peran penting wartawan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hubungan baik antara wakil rakyat dan media perlu terus dijaga agar komunikasi publik berjalan efektif.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi dengan para jurnalis di Pekanbaru. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat komunikasi dan sinergi kita,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain membahas nilai-nilai kebangsaan, Syahrul juga menyinggung persoalan penanganan kemiskinan di Indonesia. Ia menilai pentingnya memahami perbedaan antara fakir dan miskin agar kebijakan pemerintah dapat tepat sasaran.
Menurutnya, merujuk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, fakir merupakan orang yang tidak memiliki kemampuan bekerja atau tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, sehingga negara berkewajiban menjamin keberlangsungan hidup mereka.
Sementara itu, masyarakat miskin masih memiliki kemampuan bekerja, namun penghasilannya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, pendekatan yang lebih tepat adalah melalui program pemberdayaan ekonomi.
“Kalau fakir, negara harus menjamin hidupnya. Tetapi kalau miskin, pendekatannya adalah pemberdayaan agar mereka bisa mandiri,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Setelah sesi diskusi bersama para jurnalis, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama.














