Rokan Hulu | hitsnasional.com –Tambusai Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengawalan keberlanjutan produksi pertanian masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memantau proses penyerapan hasil panen jagung pipil petani oleh Bulog guna memastikan hasil produksi terserap dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
Pada Rabu (10/06/2026), Bhabinkamtibmas Desa Rantau Sakti melaksanakan monitoring penyerapan jagung pipil hasil petani masyarakat di Gudang Bulog Kampar Gudang Batas, Desa Tambusai, Kecamatan Tambusai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
Monitoring dilakukan bersama pihak Bulog Kampar yang dihadiri Kepala Gudang Bulog Kampar Gudang Batas, Ronal Martimbang, serta Petugas Pemeriksa Kualitas Unit Bisnis Jastasma Bulog Kampar, Hendra Sakti Simamora. Kehadiran seluruh pihak bertujuan memastikan proses penyerapan berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.
Jagung yang diserap merupakan hasil budidaya petani pada lahan seluas sekitar 10.000 meter persegi. Penanaman dilakukan pada 12 Januari 2026 dan panen dilaksanakan pada 12 Mei 2026. Hasil panen tersebut kemudian masuk dalam program penyerapan Bulog sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan produksi pertanian dan stabilitas pangan.
Dalam kegiatan tersebut, Bulog menyerap sebanyak 755 kilogram jagung pipil dengan kadar air 12,7 persen dan kadar aflatoksin 25 PPB. Komoditas tersebut dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram, sehingga memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendorong mereka untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Kapolsek Tambusai Utara AKP Heri Yuliardi, S.Tr.K., S.I.K., M.H.,
menegaskan bahwa pendampingan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui pengawasan dari proses produksi hingga penyerapan hasil panen, Polri hadir untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan monitoring berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan penyerapan hasil panen ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produksi, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, petani, dan Bulog dalam mewujudkan ketahanan pangan serta swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.














