PEKANBARU, hitsnasional.com – Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Riau melaksanakan audiensi silaturahmi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dalam rangka persiapan keberangkatan Tim Delegasi Budaya Melayu SPSI Provinsi Riau ke ajang Festival Melayu Day 2026 di Yala, Thailand.
Kegiatan audiensi tersebut dilaksanakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, Kamis (15/1/26).
Rombongan SPSI Riau diterima langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Harian (DPH) LAM Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, didampingi Sekretaris Umum Datuk Jonnaidi Dasa, Bendahara Umum Datuk M. Fadhil, serta Panglima Madya Tameng Adat LAM Riau Muhammad Khalid, bersama jajaran pengurus dan sekretariat LAM Riau.
Audiensi ini berkaitan dengan program keberangkatan tim delegasi UMKM dan seni budaya Melayu Riau untuk mengikuti Festival Melayu Day 2026 yang merupakan pelaksanaan ke-11. Festival tersebut bertujuan menggali, mengembangkan, dan melestarikan budaya Melayu, khususnya di negara-negara serumpun Melayu di kawasan Asia Tenggara.
Selain pentas seni budaya, Festival Melayu Day 2026 juga diramaikan dengan bazar UMKM. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Riau dalam menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu sekaligus pusat perekonomian Melayu, serta mendukung program pemerintah pusat dalam menggerakkan perekonomian nasional melalui penguatan ekonomi keluarga dan UMKM.
Dalam festival tersebut, Tim Delegasi Budaya Melayu SPSI Provinsi Riau akan menampilkan berbagai pertunjukan seni, termasuk fashion show pakaian adat Melayu dan lomba menyanyi. SPSI Riau menyiapkan satu peserta fashion show, tiga penyanyi, serta empat peserta UMKM. Seluruh peserta seni budaya berasal dari kalangan generasi muda.
Ketua DPD KSPSI Provinsi Riau Nursal Tanjung mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian adat dan budaya Melayu.
“Keikutsertaan generasi muda dalam Festival Melayu Day 2026 merupakan bentuk nyata regenerasi budaya. Kami ingin menanamkan kecintaan terhadap adat dan budaya Melayu sejak dini agar marwah Melayu tetap terjaga dan dihormati oleh generasi penerus,” ujar Nursal.
Ia menambahkan, partisipasi UMKM dalam kegiatan tersebut juga sejalan dengan peran dan fungsi SPSI yang mengusung prinsip Bina, Lindung, dan Sejahtera.
“Melalui penguatan UMKM keluarga pekerja, SPSI tidak hanya memperjuangkan hak normatif pekerja, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Ini sejalan dengan semangat menggerakkan ekonomi dari tingkat paling bawah,” katanya.
Nursal berharap dukungan dan restu dari LAM Riau dapat memperkuat langkah SPSI Riau dalam membawa nama daerah dan mengangkat martabat budaya Melayu di tingkat internasional.














