JAKARTA, hitsnasional.com – 02 Februari 2026, Pasar aset kripto global berada dalam fase volatilitas tinggi setelah Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi tajam hingga kisaran US$74.000, sebelum kembali menguat ke level sekitar US$77.000. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penguatan dolar Amerika Serikat menyusul nominasi kepemimpinan baru Federal Reserve.
Penurunan harga tersebut tercatat menghapus nilai kapitalisasi pasar kripto global sekitar US$800 miliar sejak mencapai titik tertinggi pada Oktober lalu.
Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa Bitcoin kerap menjadi salah satu aset pertama yang bereaksi terhadap kepanikan global karena diperdagangkan selama 24 jam penuh tanpa jeda. Kondisi ini tercermin dari munculnya sentimen risk-off secara serentak, di mana instrumen hard money tradisional seperti emas dan perak juga mengalami tekanan jual bersamaan dengan aset digital.
Namun demikian, data on-chain dari Glassnode menunjukkan fenomena menarik berupa perbedaan perilaku investor. Saat investor ritel cenderung melakukan aksi jual karena kepanikan, kelompok investor besar yang dikenal sebagai mega whale, yakni pemegang lebih dari 1.000 Bitcoin, justru terpantau melakukan akumulasi pembelian secara bertahap untuk menyerap pasokan pasar.
Antony menambahkan bahwa meskipun pasar saat ini berada dalam fase ketakutan ekstrem, fundamental industri kripto dinilai lebih kokoh dibandingkan siklus penurunan pada 2022. Kehadiran institusi keuangan global seperti BlackRock dan JPMorgan, yang telah terintegrasi ke dalam ekosistem kripto melalui produk ETF dan infrastruktur perbankan, dinilai mampu memberikan bantalan yang lebih kuat terhadap risiko sistemik jangka panjang.
Sebagai langkah antisipasi, INDODAX mengimbau investor kripto di Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara impulsif berdasarkan emosi sesaat. Investor juga diminta untuk kembali mengevaluasi manajemen risiko yang diterapkan.
Investor disarankan tetap disiplin pada strategi investasi jangka panjang, mencermati dinamika pasar secara proporsional, serta membekali diri dengan riset mandiri. Untuk membantu pengguna memahami pergerakan pasar, INDODAX menyediakan kanal edukasi melalui INDODAX Academy serta pembaruan informasi melalui INDODAX News, sebagai bagian dari komitmen menyediakan platform yang transparan dan tepercaya di tengah dinamika ekonomi digital global.***













