Example floating
Example floating
Jawa TimurMagetanPariwisata

Magetan di Persimpangan: Ketika Kota Wisata Perlahan Terlihat Terabaikan

Admin
×

Magetan di Persimpangan: Ketika Kota Wisata Perlahan Terlihat Terabaikan

Sebarkan artikel ini

MAGETAN (JAWA TIMUR), hitsnasional.com – Nama Magetan selama ini lekat dengan pesona alam yang menenangkan. Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu menjadi ikon yang tak hanya dikenal di Jawa Timur, tetapi juga di berbagai daerah lain sebagai destinasi pelarian dari hiruk-pikuk kota.

Namun, di balik keindahan itu, wajah lain Magetan justru menyisakan tanda tanya.

Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi di utara, Kabupaten Madiun di timur, Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri di barat ini, kini menghadapi sorotan terkait kondisi infrastruktur di pintu-pintu masuk wilayahnya.

Di sejumlah ruas jalan utama, pemandangan yang tersaji jauh dari kesan sebagai daerah tujuan wisata. Rumput liar tumbuh tak terkendali, menjulang tinggi hingga menutupi sebagian trotoar. Bahkan di beberapa titik, tingginya disebut warga telah “setinggi batu nisan”, menciptakan kesan kumuh dan tak terawat.

“Rumput sudah setinggi batu nisan berhamburan. Apa pejabat yang lewat itu tidak melihat?” ujar Didik, salah seorang warga, Rabu (10/4/2026), dengan nada heran.

Keluhan serupa juga menyinggung kondisi trotoar yang relatif baru dibangun, namun kini mulai dipenuhi tanaman liar. Alih-alih menjadi fasilitas ramah pejalan kaki, trotoar tersebut justru tampak seperti ruang yang dibiarkan tanpa perawatan.

“Bahkan trotoar yang baru pun sudah ditumbuhi rumput, seolah dibiarkan rusak,” imbuhnya.

Sementara itu, Beni, seorang pemilik warung kopi di sekitar lokasi, menilai persoalan ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut kewenangan. Menurutnya, sebagian ruas jalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi.

“Ini jalan milik provinsi,” katanya singkat.

Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak terus berlarut. Sebab, kesan pertama yang ditangkap pengunjung saat memasuki wilayah Magetan sangat ditentukan oleh kondisi jalan dan lingkungan sekitarnya.

“Kalau dibiarkan terus, bisa jadi seperti kota kuno,” celetuknya.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa citra daerah tidak hanya dibangun dari destinasi unggulan, tetapi juga dari hal-hal mendasar yang kerap luput dari perhatian: kebersihan, perawatan, dan konsistensi pengelolaan ruang publik.

Magetan, yang selama ini dikenal karena keindahannya, kini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang tak kalah penting menjaga wajahnya tetap layak menyambut siapa pun yang datang.

Penulis: SGTAEditor: Adi Umar
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *