Example floating
Example floating
PekanbaruPendidikan

Ketua PWNU Riau Pesankan Santri IBS Ambil Keberkahan Guru dan Berani Bermimpi Besar

Admin
×

Ketua PWNU Riau Pesankan Santri IBS Ambil Keberkahan Guru dan Berani Bermimpi Besar

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, hitsnasional.com – Pesantren IBS Kampus 2 Pekanbaru menggelar Wisuda Angkatan ke-2 dan Sanad Qiroat ‘Ashim pada Sabtu (16/5/2026) dengan suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi santri kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan sekaligus menerima sanad bacaan Al-Qur’an Qiroat ‘Ashim.

Prosesi wisuda dihadiri sejumlah tokoh dan ulama Provinsi Riau, di antaranya Saidul Amin, Ketua PWNU Riau R. Abdul Khalim Mahalli, Ketua MPDI Provinsi Riau Royan Syahfitrah, serta Sekretaris Pembina Yayasan Mochamad Susantok.

Dalam tausiyahnya, Ketua PWNU Riau KH. R. Abdul Khalim Mahalli mengingatkan para santri mengenai pentingnya mengambil keberkahan dari guru selama menuntut ilmu. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab dan keberkahan ilmu yang diperoleh dari guru.

“Ambillah berkah guru. Jangan pernah melawan atau membantah guru, terlebih ketika diberi amanah,” pesannya di hadapan para wisudawan dan wali santri.

Ia juga menyampaikan sejumlah nasihat kepada para santri, di antaranya agar senantiasa mengikuti arahan guru dan tidak membantah ketika diberikan amanah atau tugas karena di dalam ketaatan terdapat keberkahan ilmu.

Selain itu, ia mendorong para santri untuk memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri dengan niat yang baik, doa orang tua, serta keyakinan yang kuat.

“Masalah dana, Allah yang akan menjamin,” ujarnya sebagai motivasi agar para santri tidak takut memiliki cita-cita besar.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendoakan guru dan orang tua karena ridha serta doa keduanya menjadi jalan keberkahan kehidupan.

“InsyaAllah hidup akan penuh berkah jika kita menjaga hubungan baik dengan guru dan orang tua,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan IBS 2 Pekanbaru, Kyai Jumakri, menyampaikan harapan agar para lulusan IBS menjadi generasi Qurani yang tetap menjaga adab, akhlak, dan semangat belajar di mana pun berada.

Menurutnya, para santri diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap rendah hati dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ananda semua adalah duta pesantren. Jagalah nama baik almamater, hormati guru dan orang tua, serta jadilah generasi yang membawa manfaat dan kebaikan bagi umat,” ungkapnya.

Suasana haru mewarnai prosesi wisuda saat para santri menerima sertifikat Sanad Qiroat ‘Ashim sebagai bukti sanad bacaan Al-Qur’an yang tersambung dan sahih. Para wali santri tampak bangga menyaksikan pencapaian putra-putri mereka setelah menempuh pendidikan di pesantren.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, asatidz, wali santri, dan para wisudawan. Acara tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta siap mengabdi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *