ROKAN HULU | hitsnasional.com- Hamparan tanaman jagung muda tampak menghijau di lahan pertanian Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Jumat siang (22/5/2026). Di tengah teriknya matahari dan aktivitas petani yang sibuk membersihkan lahan, sejumlah personel Polsek Rokan IV Koto terlihat menyusuri area perkebunan sambil memantau kondisi tanaman satu per satu.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah lahan pertanian itu bukan tanpa alasan. Di balik seragam yang mereka kenakan, tersimpan komitmen untuk ikut memperkuat program swasembada pangan nasional yang saat ini terus digalakkan pemerintah. Melalui pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung masyarakat, Polsek Rokan IV Koto menunjukkan bahwa peran Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Lahan jagung seluas kurang lebih dua hektare yang dipantau tersebut menjadi salah satu harapan masyarakat dalam mendukung ketersediaan pangan lokal. Tanaman jagung yang kini berumur sekitar 16 hari terlihat tumbuh cukup baik dan mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Meski masih ditemukan beberapa tanaman yang belum tumbuh optimal dan sebagian lahan belum dilakukan pemupukan secara maksimal, kondisi keseluruhan tanaman dinilai tetap memiliki potensi hasil panen yang baik.
Di tengah meningkatnya tantangan global dan kebutuhan pangan yang terus bertambah, sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat desa. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk kepolisian, dinilai memiliki arti penting dalam membangun semangat petani agar terus produktif mengelola lahan pertanian mereka.
Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H., menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ketahanan pangan dan swasembada pangan bukan hanya program pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Karena itu, Polri hadir untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat, khususnya para petani, agar sektor pertanian terus berkembang dan mampu menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi serta ketersediaan pangan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat yang nyata, termasuk dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut terlibat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan dan dukungan terhadap sektor pertanian. Jika produktivitas pertanian meningkat, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” lanjut Kapolsek.
Suasana pemantauan berlangsung penuh keakraban. Personel kepolisian tampak berdialog langsung dengan warga dan petani mengenai kondisi tanaman, kebutuhan perawatan lahan, hingga harapan hasil panen mendatang. Kehadiran aparat di tengah aktivitas pertanian pun mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dianggap memberikan motivasi sekaligus perhatian nyata terhadap sektor pertanian desa.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada pertengahan Agustus 2026 mendatang. Dengan pengelolaan dan perawatan yang maksimal, hasil panen diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung cita-cita besar Indonesia menuju swasembada pangan nasional.
Menjelang sore, kegiatan pemantauan selesai dilaksanakan dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Namun lebih dari sekadar kegiatan monitoring, kehadiran Polsek Rokan IV Koto di tengah lahan pertanian masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa membangun ketahanan pangan bukan hanya tugas petani semata, melainkan kerja bersama demi masa depan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.














