JAKARTA, hitsnasional.com – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai program strategis daerah, terutama yang berkaitan dengan pengembangan sektor kelapa dan peningkatan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan itu, Herman memaparkan posisi Kabupaten Indragiri Hilir sebagai salah satu sentra kelapa terbesar di Indonesia. Menurutnya, komoditas kelapa memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat karena hampir seluruh wilayah kecamatan di daerah tersebut bergantung pada sektor perkebunan kelapa.
“Dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, sebanyak 19 kecamatan merupakan daerah penghasil kelapa. Karena itu, keberlangsungan komoditas ini sangat menentukan kondisi ekonomi masyarakat,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, luas perkebunan kelapa di Kabupaten Inhil mencapai 400.740 hektare. Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah menilai perlu adanya dukungan kebijakan dari pemerintah pusat guna menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan usaha para petani.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah penetapan harga minimum kelapa secara nasional. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian harga bagi sekitar 125 ribu kepala keluarga petani kelapa rakyat yang selama ini rentan terdampak fluktuasi pasar.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Inhil juga mengajukan sejumlah program pembangunan, antara lain pembangunan satu pasar modern dan tiga pasar kecamatan, pengembangan 12 kampung nelayan, pembangunan sistem irigasi pertanian, serta pembangunan turap di kawasan yang rawan abrasi.
Herman juga melaporkan rencana peremajaan tanaman kelapa seluas 10.700 hektare yang akan dilaksanakan pada 2026 hingga 2027. Di samping itu, pemerintah daerah menyiapkan program penataan tanaman sagu seluas 100 hektare pada tahun 2026.
Menanggapi paparan tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam memperkuat sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurut Zulkifli, besarnya kontribusi kelapa terhadap perekonomian Inhil menjadi alasan penting bagi pemerintah pusat untuk memberikan perhatian terhadap berbagai usulan yang diajukan.
“Data bahwa 19 dari 20 kecamatan merupakan penghasil kelapa menunjukkan betapa strategisnya posisi Kabupaten Indragiri Hilir. Usulan terkait penguatan tata niaga dan infrastruktur pendukung akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Inhil, Dr. Trio Beni Putra, menilai kebijakan harga minimum dan pembangunan pasar modern akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani serta pelaku usaha daerah.
Ia mengatakan, kepastian harga akan membantu petani memperoleh nilai jual yang lebih baik sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, keberadaan pasar modern diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sehingga nilai tambah komoditas kelapa dapat lebih banyak dinikmati petani dan pelaku UMKM lokal.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan proposal pembangunan daerah serta produk-produk turunan kelapa unggulan Kabupaten Indragiri Hilir kepada Menko Pangan. Pemerintah Kabupaten Inhil berharap sinergi dengan pemerintah pusat dapat mendorong terciptanya tata niaga kelapa yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Turut mendampingi Bupati Herman dalam pertemuan tersebut antara lain Sekretaris Bapperida Rio Aditya Pratama, Kepala Dinas Perikanan Eko Rahdippa, Kepala Dinas PUPR Yusnaldi, serta Sekretaris Dinas Pertanian Benny Murdhani.(ADV)














