Example floating
Example floating
BudayaPemerintahanRiauRokan Hulu

Menelusuri Jejak Kerajaan Rambah, Pemkab Rohul dan Tim Ahli Mulai Kajian Pembangunan Istana

Hits Nasional
×

Menelusuri Jejak Kerajaan Rambah, Pemkab Rohul dan Tim Ahli Mulai Kajian Pembangunan Istana

Sebarkan artikel ini

ROKAN HULU|Riau, hitsnasional.com – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama tim peneliti dan tenaga ahli mulai melakukan survei serta penelusuran sejarah sebagai langkah awal persiapan pembangunan Istana Kerajaan Rambah.

Kegiatan hari pertama berlangsung pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan titik awal penelusuran di kawasan Makam Raja-Raja Rambah.

Survei dan penelitian dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 September 2026. Sebanyak 17 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari peneliti, tenaga ahli pelestarian, asisten peneliti, tenaga pendukung lapangan, hingga pengolah data dari Provinsi Riau dan Kabupaten Rokan Hulu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam mendukung program pelestarian adat, sejarah, dan kebudayaan daerah, sekaligus sebagai persiapan perencanaan pembangunan Istana Kerajaan Rambah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu H. Helfiskar, S.H., M.H., bersama Kepala Bidang Kebudayaan Zulfikal Padri, S.St., M.Si., turut memantau langsung pelaksanaan survei dan penelitian di lapangan.

H. Helfiskar mengatakan, kegiatan tersebut penting untuk memperoleh data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan Istana Kerajaan Rambah.

“Kegiatan survei dan penelitian ini penting untuk menghasilkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan Istana Kerajaan Rambah. Hasil kajian ini nantinya menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Helfiskar.

Tim peneliti dipimpin Achmad Al Azhari Nasution, S.S., M.Sn. selaku Peneliti/Leader Provinsi. Ia didampingi Dr. Ar. Gun Faisal, S.T., M.Sc., IAI selaku peneliti nonfungsional, Muhammad Fajri selaku peneliti Provinsi Riau, serta sejumlah tenaga ahli pelestarian.

Sementara dari Kabupaten Rokan Hulu, kegiatan melibatkan Junaidy Syam selaku Peneliti/Tenaga Ahli Kabupaten, Suci Nadia selaku Pamong Budaya Ahli Muda, Pamong Budaya Ahli Pertama, serta sejumlah tenaga pendukung lapangan.

Kegiatan tersebut juga didampingi Tim TPP-IRR Rokan Hulu yang diketuai Datuk Yuni Syafrin, bersama T. Firman, Ade Rinaldi, Kuat, dan Nelson.

Pada hari pertama, tim ahli melakukan penelusuran lapangan secara sistematis dengan menyisir kawasan menggunakan metode transek. Tim melakukan pencatatan titik koordinat, pemetaan area, serta identifikasi berbagai temuan di permukaan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Selain survei lapangan, penelitian juga diperkuat melalui kajian literatur, wawancara, serta Focus Group Discussion (FGD) dengan sejumlah narasumber yang memahami sejarah dan kebudayaan Kerajaan Rambah.

Seluruh proses penelitian dilakukan dengan pendekatan non-destruktif atau tanpa merusak struktur dan tinggalan sejarah yang terdapat di kawasan tersebut.

Data dan hasil penelusuran nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyusunan kajian yang lebih komprehensif. Kajian tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan pendukung penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) dan Desain Awal (Preliminary/Basic Design) pembangunan Istana Kerajaan Rambah.

Dengan adanya kajian tersebut, rencana pembangunan diharapkan memiliki dasar sejarah, budaya, teknis, dan perencanaan yang jelas.

Raja Rambah XI Yang Dipertuan Besar dr. Tengku Afrizal Dachlan, M.M., menyambut baik dimulainya survei dan penelitian sejarah tersebut.

“Kami menyambut baik langkah ini. Penelusuran dan kajian sejarah penting untuk mengungkap jejak Kerajaan Rambah secara lebih utuh, sehingga hasilnya dapat menjadi pijakan dalam pembangunan Istana Kerajaan Rambah sekaligus memperkuat pelestarian adat dan budaya,” ujar Tengku Afrizal Dachlan.

Penelusuran akan dilanjutkan pada hari kedua untuk memperdalam pengumpulan data sejarah dan kebudayaan yang diperlukan sebagai bagian dari persiapan perencanaan pembangunan Istana Kerajaan Rambah.

Melalui survei dan penelitian tersebut, diharapkan jejak sejarah Kerajaan Rambah dapat terdokumentasi dengan lebih baik sekaligus menjadi dasar dalam upaya menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan warisan adat serta budaya Rokan Hulu kepada generasi mendatang.***

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *