Example floating
Example floating
EkonomiJakarta

Bitcoin Anjlok ke US$89.000, Indodax: Fundamental Kripto Tetap Kokoh

Admin
64
×

Bitcoin Anjlok ke US$89.000, Indodax: Fundamental Kripto Tetap Kokoh

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, hitsnasional.com – Harga Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi hingga menyentuh level US$89.000 pada Selasa (18/11/2025), yang menjadi posisi terendah dalam tujuh bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu kombinasi tekanan teknis, arus keluar ETF Bitcoin di Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya kekhawatiran pasar terkait rencana tarif baru pemerintahan AS. Namun, pelemahan tersebut tidak mencerminkan penurunan fundamental aset kripto.

Selama empat hari berturut-turut, ETF Bitcoin di AS mencatat arus keluar dari total kepemilikan sekitar 441.000 BTC menjadi 271.000 BTC. Pada puncaknya, terjadi redemption lebih dari US$800 juta dalam satu hari. Tekanan jual semakin kuat setelah Bitcoin gagal bertahan di atas area US$92.000 dan kemudian menembus level psikologis US$90.000.

Sentimen pasar juga tertekan oleh rencana tarif hingga 500 persen yang diajukan Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Rusia. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran baru di pasar global, terutama pada aset berisiko seperti kripto. Sejumlah altcoin turut melemah, sementara indeks Fear & Greed turun ke zona “extreme fear”.

Per Rabu (19/11/2025), Bitcoin mulai menunjukkan tanda penguatan seiring ekspektasi membaiknya likuiditas di AS. Hal ini didorong rencana The Federal Reserve untuk menghentikan penurunan neracanya serta membuka opsi operasi repo yang berpotensi menambah cadangan dana ke sistem keuangan. Kendati demikian, tekanan makro masih menahan langkah Bitcoin untuk menguat lebih jauh. Sentimen pasar tetap rapuh akibat inflasi yang belum terkendali, pelemahan sektor properti dan otomotif, serta ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 10 Desember 2025.

Regulator AS juga menjadi sorotan setelah Securities and Exchange Commission (SEC) tidak lagi menempatkan aset kripto sebagai fokus utama dalam prioritas pemeriksaan 2026. Fokus lembaga tersebut kini bergeser pada kewajiban fidusia, keamanan siber, privasi data, dan risiko teknologi seperti kecerdasan buatan. Meski begitu, SEC menegaskan bahwa aset kripto tetap dapat masuk dalam prioritas pemeriksaan jika dinilai berisiko tinggi.

Di sisi lain, koreksi ini tidak menandai dimulainya tren bearish baru. Tekanan pasar lebih disebabkan oleh likuiditas yang mengetat, rotasi investor besar, serta ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed. Penundaan rilis data ekonomi penting, seperti CPI dan laporan tenaga kerja Oktober 2025 akibat shutdown pemerintah AS, juga menahan kepercayaan investor jangka pendek.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai kondisi pasar saat ini sebagai bagian dari dinamika alami siklus kripto. “Pergerakan harga yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknis dan sentimen global dalam jangka pendek. Fundamental aset digital tetap kuat, dan di situasi seperti ini penting bagi investor untuk mengambil keputusan secara tenang dan terukur,” ujarnya.

Antony menambahkan bahwa tekanan harga tajam sering terjadi ketika pasar beradaptasi dengan kondisi global.

“Kami memahami koreksi cepat dapat membuat banyak investor cemas. Namun fase seperti ini biasanya bersifat sementara dan pasar akan kembali bergerak lebih rasional setelah volatilitas mereda,” katanya.

Menurutnya, volatilitas jangka pendek tidak mengubah pandangan jangka panjang pelaku pasar. “Bagi investor jangka panjang, momen seperti ini sering dianggap sebagai peluang untuk menambah posisi secara bertahap,” lanjut Antony.

Di tengah volatilitas yang meningkat, Indodax mengimbau investor untuk tetap mengutamakan manajemen risiko dan menghindari pengambilan keputusan emosional. Koreksi ini dinilai wajar setelah Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi pada awal Oktober 2025. Indodax memastikan pemantauan kondisi pasar secara real-time dan menjaga stabilitas operasional perdagangan guna melindungi kepentingan pengguna.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *