Example floating
Example floating
EkonomiJakarta

Nilai Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp446 Triliun, INDODAX: Momentum Pasar Semakin Matang

Admin
94
×

Nilai Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp446 Triliun, INDODAX: Momentum Pasar Semakin Matang

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, hitsnasional.com – 23 Oktober 2025, Pasar aset kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total nilai transaksi aset kripto mencakup pasar spot dan derivatif telah menembus Rp446,55 triliun hingga September 2025. Angka tersebut mencerminkan momentum positif bagi ekosistem digital nasional yang kian matang.

Secara rinci, pasar spot mencatat nilai transaksi sebesar Rp136,31 triliun pada kuartal III 2025, meningkat 16 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai Rp117,52 triliun. Kenaikan ini menandakan permintaan yang stabil dari investor ritel maupun institusional, serta menunjukkan penetrasi pasar yang terus meluas.

Sementara itu, pasar derivatif mengalami lonjakan yang lebih signifikan, dengan nilai transaksi mencapai Rp52,71 triliun atau naik 118 persen dibandingkan kuartal II 2025.

Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya adopsi instrumen derivatif yang memberikan peluang bagi investor dalam melakukan strategi lindung nilai (hedging) maupun diversifikasi portofolio.

Gabungan transaksi spot dan derivatif tersebut memperlihatkan kedewasaan ekosistem kripto domestik. Jumlah pengguna aktif tercatat mencapai 18,08 juta hingga Agustus 2025, menunjukkan jangkauan yang semakin luas di berbagai segmen masyarakat, mulai dari investor pemula hingga institusi keuangan.

Data internal INDODAX turut menegaskan tren positif tersebut. Volume transaksi sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) hingga 20 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp164,2 triliun, atau meningkat 93,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan bertambahnya likuiditas pasar domestik seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan diversifikasi aset digital.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan bahwa pertumbuhan pasar kripto tidak semata diukur dari nilai transaksi, melainkan juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme investasi yang aman dan transparan.
“Pertumbuhan pasar kripto bukan hanya soal angka transaksi, tetapi juga cerminan dari kepercayaan masyarakat terhadap investasi kripto yang aman dan transparan. Literasi dan pemahaman risiko menjadi fondasi agar investor dapat mengambil keputusan secara rasional,” ujar Antony.

Menurutnya, diversifikasi produk dan layanan menjadi kunci perkembangan industri kripto. Keberadaan tokenisasi aset riil, stablecoin lokal, serta instrumen derivatif diyakini akan memperkaya ekosistem, membuka peluang inovasi finansial, dan memperluas opsi pengelolaan portofolio.
“Pertumbuhan pasar derivatif bukan sekadar angka. Ini menunjukkan bahwa investor mulai mencari instrumen yang lebih fleksibel untuk memaksimalkan peluang. Pendewasaan ini menjadi indikator bahwa ekosistem semakin sehat,” tambahnya.

Seiring meningkatnya transaksi, Antony menekankan pentingnya regulasi yang adaptif dan kepastian hukum bagi platform berizin sebagai fondasi perkembangan industri yang berkelanjutan.
“Industri aset kripto hanya akan memberikan efek berganda bagi ekonomi nasional jika regulator dan pelaku pasar bekerja sama membangun ekosistem yang transparan dan adil bagi semua pihak,” jelas Antony.

Selain regulasi, aspek pengawasan juga menjadi perhatian. INDODAX menilai, tindakan preventif terhadap platform ilegal penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik dan melindungi investor.

“Kami melihat pengawasan proaktif bukan sekadar kewajiban regulator, tetapi juga tanggung jawab seluruh pelaku ekosistem agar pasar tetap sehat dan investor terlindungi,” ujarnya.

Antony menambahkan, faktor global turut memengaruhi sentimen investor domestik. Volatilitas harga aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kebijakan moneter internasional, termasuk hubungan dagang Amerika Serikat–Tiongkok serta keputusan The Federal Reserve (The Fed).

“Investor yang cerdas harus adaptif terhadap perubahan global. Kesadaran ini merupakan bagian dari literasi finansial modern yang kami dorong agar keputusan investasi lebih strategis dan tidak sekadar mengikuti sentimen pasar,” ungkapnya.

Dari sisi teknologi, INDODAX berkomitmen memperkuat infrastruktur digital guna mendukung transaksi yang cepat, aman, dan efisien.
“Kami terus mengembangkan platform yang mampu menangani beban transaksi tinggi dengan pengalaman pengguna yang optimal. Ini menjadi keunggulan kompetitif bagi pasar kripto domestik,” kata Antony.

Selain memperkuat teknologi, literasi pasar juga menjadi fokus utama. Program edukasi kepada masyarakat dan akademisi secara berkesinambungan dinilai penting untuk mengurangi risiko kesalahan investasi akibat kurangnya pemahaman produk.

“Edukasi harus menjangkau semua lapisan masyarakat. Investor yang memahami risiko dan peluang pasar akan mengambil keputusan yang lebih rasional, bukan emosional,” ujarnya.
Antony menegaskan, kolaborasi antara regulator, pelaku pasar, dan masyarakat merupakan kunci pertumbuhan jangka panjang industri kripto Indonesia.
“Momentum pertumbuhan ini harus dimanfaatkan secara bijak agar industri kripto tidak hanya memberikan dampak ekonomi langsung, tetapi juga menciptakan ekosistem digital yang inklusif, berkelanjutan, dan inovatif,” tutup Antony.

Dengan nilai transaksi nasional yang mencapai Rp446,55 triliun dan volume transaksi INDODAX sebesar Rp164,2 triliun hingga 20 Oktober 2025, industri aset kripto Indonesia membuktikan perannya sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi digital nasional, sejalan dengan visi pemerintah memperkuat ekosistem keuangan modern.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *