Example floating
Example floating
EkonomiJakarta

Pasar Kripto Melemah Usai Kebijakan The Fed dan Pertemuan Trump – Xi Jinping

Admin
89
×

Pasar Kripto Melemah Usai Kebijakan The Fed dan Pertemuan Trump – Xi Jinping

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, hitsnasional.com – 31 Oktober 2025, Pasar global dan aset kripto mengalami konsolidasi signifikan setelah pengumuman kebijakan moneter terbaru The Federal Reserve (The Fed) serta menjelang pertemuan dagang antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Investor global bersiap menghadapi potensi volatilitas tinggi dengan mempertimbangkan arah suku bunga dan risiko geopolitik yang masih membayangi.

The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen, sesuai ekspektasi pasar. Meskipun langkah ini biasanya menjadi katalis positif bagi aset berisiko, harga Bitcoin justru terkoreksi dari 116.400 dolar AS menjadi 109.200 dolar AS. Fenomena ini mencerminkan pola buy the rumor, sell the news, di mana investor yang telah membeli sebelumnya melakukan realisasi keuntungan setelah pengumuman resmi.

Di sisi lain, ketegangan dagang Amerika Serikat–China menambah lapisan risiko yang menahan aliran modal ke aset berisiko. Meski sebagian kesepakatan parsial tercapai, riwayat negosiasi antara kedua negara menunjukkan bahwa hasil akhir kerap tidak sesuai ekspektasi pasar. Pertemuan Trump–Xi di Busan, Korea Selatan, berlangsung lebih dari 1,5 jam dan menjadi pertemuan tatap muka pertama sejak Trump kembali menjabat.

Trump mengumumkan pengurangan tarif impor dari China dan menyatakan isu akses bahan baku rare earths telah diselesaikan. Sementara itu, Xi menekankan bahwa kedua negara telah mencapai konsensus untuk menyelesaikan “isu perdagangan utama” serta akan bekerja sama di bidang imigrasi ilegal, penipuan siber, pencucian uang, dan kecerdasan buatan.

Di tengah dinamika global tersebut, aset kripto mengalami koreksi moderat. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing turun 1,66 persen dan 1,64 persen, sehingga kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 0,77 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa harga aset digital tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, tetapi juga oleh ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi global dan sentimen geopolitik yang berkembang.

Wakil Presiden INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan, “Konsolidasi harga yang kita lihat saat ini sejatinya mencerminkan mekanisme adaptasi pasar digital terhadap kondisi makroekonomi global yang berubah cepat. Investor tidak lagi hanya bereaksi terhadap angka suku bunga atau kebijakan moneter, tetapi mulai menilai konteks secara keseluruhan—dari geopolitik, arus modal institusional, hingga psikologi pasar. Koreksi yang terjadi setelah pengumuman The Fed adalah contoh nyata perilaku pasar yang semakin rasional.”

Ia menambahkan, “Pertemuan Trump–Xi menegaskan bahwa faktor geopolitik masih menjadi salah satu penggerak utama sentimen investor. Kesepakatan tarif dan penyelesaian isu rare earths memberikan sinyal positif, tetapi pasar cenderung menunggu implementasi nyata sebelum benar-benar bereaksi. Investor kripto yang bijak akan memanfaatkan volatilitas ini untuk melakukan akumulasi, bukan sekadar mengikuti tren harga.”

Menurut Antony, investor kripto perlu melihat volatilitas sebagai peluang strategis. “Pasar digital tidak seperti pasar tradisional. Perubahan harga yang tajam justru menciptakan momen bagi investor untuk mengoptimalkan portofolio. Kuncinya adalah disiplin, diversifikasi, dan pemahaman fundamental aset. Mereka yang mampu membaca konteks ekonomi global dan perilaku institusional akan lebih siap menghadapi ketidakpastian jangka pendek sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang,” ujarnya.

Lebih jauh, Antony menekankan pentingnya memahami interaksi antara kebijakan moneter dan sentimen pasar digital. “Pemangkasan suku bunga dan pertemuan Trump–Xi memberi sinyal likuiditas, tetapi efeknya selalu relatif terhadap kondisi ekonomi riil dan ekspektasi investor. Investor yang hanya melihat angka nominal bisa terseret emosi pasar. Mereka yang sukses adalah yang mampu menilai risiko, menghitung probabilitas, dan memanfaatkan koreksi harga sebagai strategi akumulasi yang terukur,” katanya.

Kombinasi kebijakan moneter The Fed dan dinamika perdagangan internasional menciptakan tekanan pada aset digital, sekaligus menawarkan peluang bagi investor yang disiplin. Investor institusional menunjukkan kedewasaan dengan memanfaatkan koreksi untuk akumulasi, sementara investor ritel disarankan untuk selalu memperbarui informasi, menyesuaikan strategi, dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *