Example floating
Example floating
HukumPekanbaru

LAKR Desak Aparat Hukum Percepat Penindakan Kasus Korupsi di Riau

Admin
209
×

LAKR Desak Aparat Hukum Percepat Penindakan Kasus Korupsi di Riau

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, hitsnasional.com – Lembaga Anti Korupsi Riau (LAKR) menilai praktik korupsi di Riau sudah masuk tahap yang sangat mengkhawatirkan. Direktur LAKR, Armilis, mengibaratkan kondisi ini seperti penyakit yang sudah berada pada “stadium empat” karena menyebar dan terstruktur di berbagai lini.

Dalam pertemuan bersama sejumlah pimpinan redaksi media di Pekanbaru, Armilis menyampaikan bahwa kegiatan lembaganya bukan agenda personal ataupun proyek politik terselubung. Ia menegaskan tidak ada motif menyerang individu tertentu.

“Kami bukan memburu orang per orang. Kami sedang memetakan masalah. Dan dalam peta itu, hampir semua titik menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan,” ujar Armilis.

Menurutnya, praktik korupsi di Riau bukan lagi dilakukan segelintir orang di ruang tertutup, melainkan telah menjadi sistem yang melibatkan banyak pihak, mulai dari legislatif, eksekutif, dinas, hingga lembaga pengawasan.

Armilis mengacu pada network theory atau teori jaringan untuk menggambarkan korupsi yang saling terhubung dan saling melindungi. Kondisi ini, katanya, membuat pelaku-pelaku besar sulit dijerat hukum.

“Jalan keluarnya bukan hanya seruan moral, tetapi pemutusan jaringan, pelacakan aset, dan pembongkaran sistematis terhadap sindikat,” tegasnya.

Namun, ia mengaku khawatir karena kinerja penegak hukum kerap berjalan lamban. Beberapa laporan masyarakat, kata dia, justru berhenti di meja aparat tanpa tindak lanjut yang jelas, meski bukti sudah tersedia.

Armilis juga menyoroti munculnya perilaku pemimpin yang hanya menonjolkan citra publik, tetapi tidak menunjukkan komitmen nyata memberantas korupsi.

Meski begitu, LAKR tetap optimistis dan menawarkan diri untuk terlibat dalam upaya pencegahan serta pendidikan antikorupsi.

“Selama rakyat bungkam, koruptor akan semakin leluasa. Jika aparat hukum masih memiliki akal sehat dan hati nurani, maka inilah saatnya bertindak,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *