MAGETAN (JAWA TIMUR), hitsnasional.com – Haru, optimisme, dan semangat kebersamaan menyatu dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Magetan yang digelar di Kondang Ayem, Kelurahan Tawanganom, KPR Asabri, Kecamatan Magetan, Sabtu (4/4/2026).
Di hadapan kader dari seluruh kecamatan, para anggota DPRD, pengurus partai, hingga tamu undangan, Muscab kali ini bukan sekadar agenda organisasi. Ia menjadi ruang untuk mengenang perjuangan, mensyukuri kemenangan, sekaligus menyalakan harapan baru bagi masa depan PKB di Magetan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Multazamudz Dzikri atau Mas Azam, serta Ketua DPC PKB Kabupaten Magetan yang juga Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suratno atau Kang Ratno.
Suasana semakin hangat ketika Kang Ratno menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kader dan masyarakat Magetan yang telah membersamai perjuangan PKB hingga mampu mencetak sejarah pada Pemilu 2024.
“Kami tidak pernah berjalan sendiri. Delapan kursi yang diraih PKB hari ini adalah buah dari kerja keras, doa, dan perjuangan seluruh kader hingga pelosok desa. Ini bukan kemenangan pengurus, melainkan kemenangan seluruh masyarakat yang percaya kepada PKB,” ungkap Kang Ratno.
Ia mengaku, capaian delapan kursi DPRD di Kabupaten Magetan sejatinya berada di luar perkiraan partai. Sebab, target awal yang dipasang hanya tujuh kursi.
“Kita tahun ini memang tidak menyangka. Dari target tujuh kursi, ternyata kita bisa meraih delapan kursi. Karena itu, untuk tahun mendatang kami optimistis, PKB di Magetan bisa meraih sembilan kursi,” tegas Kang Ratno disambut tepuk tangan para kader.
Pernyataan itu seolah menjadi suntikan semangat bagi seluruh kader yang hadir. Bagi mereka, delapan kursi bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk terus bergerak dan hadir lebih dekat di tengah masyarakat.
Kang Ratno juga mengingatkan bahwa keberhasilan PKB turut mengantar lahirnya sejarah baru di Kabupaten Magetan, yakni terpilihnya seorang perempuan sebagai bupati untuk pertama kalinya.
“Ini sejarah yang tidak akan dilupakan. Untuk pertama kalinya, Magetan dipimpin oleh seorang perempuan. Maka tugas kita bersama bukan hanya memenangkan, tetapi juga menjaga dan mengawal pemerintahan agar benar-benar membawa manfaat bagi rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Mas Azam dalam sambutannya menekankan bahwa kebersamaan merupakan kunci utama di balik keberhasilan PKB selama ini.
“Tidak ada keberhasilan tanpa persatuan. PKB bisa besar karena kadernya saling menguatkan, saling menjaga, dan saling bergerak. Jika semangat ini terus dijaga, saya yakin PKB Magetan akan semakin kuat,” kata Mas Azam.
Di sisi lain, Bupati Nanik Endang Rusminiarti berharap para anggota DPRD dari PKB tetap berpihak kepada rakyat dan mampu menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi pembangunan nyata.
“Jabatan adalah amanah. Saya berharap seluruh anggota DPRD dari PKB terus bekerja untuk rakyat dan bersinergi dengan pemerintah daerah demi Magetan yang lebih maju,” tutur Bupati Nanik.
Dalam Muscab tersebut juga dilakukan proses penjaringan calon ketua DPC PKB Kabupaten Magetan. Dari hasil tahapan awal, muncul tiga nama calon yang akan mengikuti proses berikutnya.
Menurut keterangan Ivky Ahmad, tahapan Muscab kali ini masih berada pada proses penyisihan.
“Ini baru penyisihan, dan sudah muncul tiga calon ketua. Untuk pelantikannya nanti akan dilaksanakan serentak se-Indonesia pada 25 Juli mendatang,” jelas Ivky Ahmad.
Dengan semangat yang tumbuh dalam Muscab tersebut, PKB Magetan tampaknya ingin membuktikan bahwa perjalanan mereka belum selesai. Dari delapan kursi hari ini, mereka menatap sembilan kursi di masa depan bukan semata demi angka, melainkan demi keyakinan bahwa perjuangan untuk rakyat harus terus dilanjutkan.(SGTA)














