Example floating
Example floating
Jawa TimurMadiun

Pasar Burung Joyo Madiun Dilalap Api: Puluhan Burung Tewas, Empat Kios Tinggal Arang

Admin
26
×

Pasar Burung Joyo Madiun Dilalap Api: Puluhan Burung Tewas, Empat Kios Tinggal Arang

Sebarkan artikel ini

MADIUN (JAWA TIMUR), hitsnasional.com – Malam yang semestinya lengang berubah menjadi kepanikan. Api tiba-tiba melahap Pasar Burung Joyo atau Pasar Sri Jaya, Kota Madiun, Senin malam (26/1/2026). Dalam hitungan menit, kobaran si jago merah menghanguskan empat kios dan merenggut nyawa puluhan burung yang terkurung di dalamnya.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Kecamatan Kartoharjo itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Asap hitam membumbung tinggi, disertai suara letupan dari material kios yang terbakar. Para pedagang hanya bisa pasrah menyaksikan lapak usaha mereka dilahap api, sementara burung-burung yang selama ini menjadi sumber penghidupan tak sempat diselamatkan.

Petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, dibantu BPBD serta jajaran Polsek Kartoharjo, bergerak cepat ke lokasi. Setelah berjibaku hampir satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet ke kios lain di pasar tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa manusia, kebakaran ini menyisakan duka mendalam. Puluhan burung dilaporkan mati terpanggang, sementara kerugian materiil diperkirakan tidak kecil, mengingat nilai kios dan hewan peliharaan yang terbakar.

Kapolsek Kartoharjo, Kompol Mujo Prajoko, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

“Kami masih melakukan pendataan dan penyelidikan di lokasi kejadian. Penyebab kebakaran masih kami dalami,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah kebakaran dipicu korsleting listrik, kelalaian, atau faktor teknis lainnya. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras tentang kerentanan pasar tradisional di tengah kota terhadap risiko kebakaran.

Pertanyaannya kini mengemuka: apakah sistem keamanan dan pengawasan pasar sudah cukup memadai? Atau justru tragedi ini membuka celah lama yang selama ini luput dari perhatian?
Jawaban atas pertanyaan itu masih menunggu hasil penyelidikan resmi aparat kepolisian. (SGTA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *