MAGETAN (JAWA TIMUR), hitsnasional.com – Suasana haru perlahan menyelimuti halaman Pendopo Surya Graha, Selasa (24/3/2026) pagi. Setelah sepekan lebih merajut kebersamaan di kampung halaman saat Lebaran, ratusan warga harus kembali berpisah, melanjutkan perjuangan hidup di tanah rantau.
Sebanyak 250 pemudik diberangkatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui program balik mudik gratis. Lima armada bus yang disiapkan mengantar mereka menuju berbagai kota tujuan di sekitar Surabaya, termasuk Mojokerto dan Gresik.
Pelepasan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD). Sebelum keberangkatan, Welly menyempatkan diri menyapa para peserta di dalam bus sebuah gestur sederhana yang terasa hangat di tengah perpisahan.
Dalam pesannya, ia mengingatkan para perantau untuk tetap menjaga nama baik daerah asal. Ia juga berharap mereka dapat menjadi duta kecil yang memperkenalkan potensi wisata Magetan di tempat mereka bekerja dan tinggal.
“Jaga sikap, jaga nama baik Magetan. Sekaligus bantu kenalkan daerah kita di perantauan,” pesannya.
Bagi para peserta, program ini bukan sekadar fasilitas transportasi. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan yang memudahkan langkah kembali ke rutinitas, tanpa harus terbebani biaya maupun kelelahan perjalanan.
Jumiran, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu. Ia bersama keluarga hanya memiliki waktu enam hari untuk pulang kampung. Program ini, menurutnya, membuat perjalanan kembali terasa lebih ringan.
“Alhamdulillah sangat membantu. Selain menghemat biaya, juga lebih nyaman dan tidak perlu menghadapi macet panjang,” ujarnya.
Pemerintah daerah menyebut program ini sebagai agenda rutin tahunan yang sempat terhenti saat pandemi COVID-19. Pada 2026, program kembali digelar meski dengan jumlah armada yang lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya bisa mencapai delapan bus, tahun ini hanya lima armada yang diberangkatkan. Penyesuaian tersebut, menurut Welly, berkaitan dengan efisiensi anggaran daerah. Namun demikian, tingginya minat masyarakat menunjukkan program ini tetap sangat dibutuhkan.
“Kuota langsung habis dalam waktu singkat. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” katanya.
Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, pendaftaran dibuka melalui dua jalur, yakni daring dan luring. Langkah ini dilakukan agar warga yang belum terbiasa dengan teknologi tetap memiliki kesempatan yang sama.
Ke depan, Pemkab Magetan berencana melakukan evaluasi, termasuk kemungkinan penambahan kuota dan perluasan rute tujuan, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.
Di balik deru mesin bus yang mulai bergerak meninggalkan halaman pendopo, terselip harapan-harapan sederhana: tentang pekerjaan yang harus dilanjutkan, keluarga yang ditinggalkan, serta janji untuk kembali pulang di kesempatan berikutnya.
Program balik mudik gratis ini pun bukan hanya soal perjalanan fisik, melainkan juga tentang menjaga ikatan antara kampung halaman dan mereka yang mengadu nasib di negeri orang. Sebuah pengingat bahwa sejauh apa pun melangkah, Magetan tetap menjadi tempat pulang.(SGTA)














