MEDAN, Hitsnasional.com – Ketua Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) DPW NasDem Provinsi Sumatera Utara, Eko Perdana, menyampaikan kecaman terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang mengangkat laporan utama bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”.
Menurut Bang Eko panggilan akrabnya, narasi yang dibangun dalam laporan tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang berimbang dan berpotensi merugikan citra partai.
“Kami sangat menyayangkan opini yang dibangun. Ini bukan lagi sekadar kebebasan pers, melainkan sudah kebsblasan dan mengarah pada pembentukan persepsi yang merugikan,” ujar Eko Perdana dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Beliau kemudian memaparkan sejumlah poin yang menjadi dasar keberatan pihaknya terhadap pemberitaan tersebut.
Pertama, terkait penggunaan istilah “PT” dan “Tbk” yang dinilai menyederhanakan organisasi partai menjadi entitas bisnis.
Menurutnya, hal itu tidak mencerminkan dinamika internal partai yang dibangun melalui struktur organisasi dan aspirasi kader di berbagai daerah.
Kedua, Bang Eko juga menyoroti adanya narasi yang dinilai spekulatif, seperti dugaan pertemuan tertentu atau rencana politik tertentu tanpa disertai bukti formal yang jelas.
“Jurnalisme seharusnya berbasis data dan fakta yang dapat diverifikasi, bukan asumsi yang berpotensi menimbulkan penilaian sepihak,” ujarnya.
Ketiga, ia juga menyinggung visual sampul yang dianggap meremehkan dan tidak proporsional karena menampilkan ilustrasi tokoh secara tidak wajar. Menurutnya, media tetap memiliki tanggung jawab menjaga etika dalam penyajian visual.
Keempat, Eko Perdana juga menyebut pemberitaan tersebut berdampak pada kondisi kader di lapangan, termasuk munculnya keresahan dan persepsi negatif di masyarakat.
“Dampaknya tidak hanya pada citra institusi, tetapi juga dirasakan langsung oleh kader di akar rumput,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, ia menyatakan pihaknya akan menempuh mekanisme yang tersedia, termasuk menyampaikan laporan ke Dewan Pers.
“Kami menghormati kebebasan pers, namun tetap berharap praktik jurnalistik dijalankan sesuai prinsip akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab,” kata Eko Perdana yg juga sebagai ketua Serikat Pekerja Angkutan Darat (SPAD) Deliserdang.***














