NGAWI (JAWA TIMUR), hitsnasional.com – Tanpa gedung megah dan pendingin ruangan, halaman di sisi timur Balai Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, dipenuhi warga sejak pagi hari, Selasa (7/4/2026).
Sejak matahari belum tinggi, warga mulai berdatangan. Sebagian membawa tas belanja sederhana, sementara beberapa lansia berjalan perlahan menyusuri jalan desa. Tujuan mereka sama, yakni membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Di wilayah yang relatif jauh dari pusat perdagangan, akses terhadap bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula bukan hal mudah. Selain jarak yang cukup jauh, warga juga harus menanggung biaya transportasi tambahan yang membuat harga kebutuhan menjadi lebih mahal.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi menggelar pasar murah di Desa Patalan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-12 sepanjang tahun 2026.
Desa Patalan dipilih karena dinilai berada cukup jauh dari pasar, sehingga masyarakatnya membutuhkan akses yang lebih dekat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain perwakilan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, DPMPTSP, Dinas Koperasi, Dinas Peternakan dan Perikanan, Camat Kendal, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Muhammad Arif Arifin, S.H., M.M., mengatakan lokasi pasar murah sengaja diprioritaskan di wilayah yang jauh dari pusat perdagangan.
“Lokasi ditentukan bersama camat. Kami memilih daerah yang jauh dari pasar agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat di wilayah pinggiran kerap menghadapi harga yang lebih tinggi akibat biaya distribusi dan transportasi.
“Kalau ke pasar, biaya transportasi bertambah dan harga juga lebih tinggi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat.
Berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, dan cabai dijual dengan harga di bawah pasaran. Selisih harga berkisar antara Rp2.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Untuk memastikan pemerataan, pembelian dibatasi. Telur, misalnya, maksimal dua kilogram per orang, dan dapat diturunkan menjadi satu kilogram apabila antrean semakin panjang.
“Pembatasan dilakukan agar tidak ada pembelian berlebih yang kemudian dijual kembali. Harapannya benar-benar untuk kebutuhan keluarga,” kata Arif.
Di tengah antrean, warga tampak tertib dan saling berbincang. Kegiatan yang berlangsung beberapa jam itu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi warga Desa Patalan, pasar murah tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari.(Adv)














