PEKANBARU, hitsnasional.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait kajian teknis Pemilu 2024 dengan fokus pada penataan daerah pemilihan (Dapil). Acara berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor KPU Provinsi Riau, Senin (29/9) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan partai politik, lembaga swadaya masyarakat (LSM), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, serta KPU kabupaten/kota yang mengikuti secara daring.
Acara dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, dan dimoderatori oleh Anggota KPU Riau, Nahrawi. Dalam sambutannya, Rusidi menegaskan komitmen KPU untuk terus melibatkan pemangku kepentingan dalam setiap tahapan Pemilu, khususnya terkait penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi legislatif.
Hadir sebagai narasumber secara daring, Direktur Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Erik Kurniawan, serta praktisi pemilu sekaligus mantan Anggota KPU Provinsi Riau periode 2019–2024, Joni Suhaidi.
Dalam pemaparannya, Erik menyoroti kemungkinan penambahan dapil dan kursi DPRD Provinsi Riau.
“Terdapat kemungkinan penambahan kursi DPRD Provinsi Riau dari 65 menjadi 75 kursi. Hal ini didasarkan pada peningkatan jumlah pemilih di Riau. Penggabungan dapil, seperti Meranti dan Dumai, dimungkinkan dengan prinsip kohesivitas wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Joni menekankan pentingnya validasi data penduduk sebagai dasar penentuan jumlah kursi.
“Data ganda dapat menimbulkan distorsi dalam penetapan jumlah kursi DPRD maupun DPR RI. Ada potensi penambahan kursi di Kabupaten Kampar, sehingga penyusunan dapil harus berkeadilan dan proporsional,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan pandangan, baik berupa dukungan maupun catatan kritis terhadap rencana penambahan dapil dan kursi legislatif.
Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, menutup diskusi dengan menegaskan komitmen KPU untuk melibatkan semua pihak dalam penataan dapil menuju Pemilu 2029.
“Penataan dapil dan alokasi kursi merupakan pekerjaan rumah menjelang Pemilu 2029. Kami berharap semua pihak memberikan kontribusi positif agar proses ini berjalan transparan, partisipatif, dan demokratis,” katanya.***














