PEKANBARU, hitsnasional.com – Informasi yang beredar di sejumlah platform media sosial terkait rotasi jabatan Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 031/Wira Bima dari Brigjen TNI Jarot Suprihanto kepada Brigjen TNI Agustatius Sitepu karena diduga dicopot akibat keterlibatan galian C dipastikan tidak benar.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 031/Wira Bima, Mayor Inf Jemmy Riyanto, menegaskan bahwa pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari mekanisme rotasi dan promosi yang lazim dilakukan di tubuh TNI.
“Rotasi jabatan di lingkungan TNI bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan (leadership continuity), penyegaran organisasi, serta peningkatan kinerja secara keseluruhan,” ujar Mayor Inf Jemmy Riyanto saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp, Senin (26/1/2025).
Ia menegaskan, Brigjen TNI Jarot Suprihanto tidak dicopot dari jabatannya, melainkan mendapatkan promosi untuk mengemban tugas strategis di Markas Besar TNI Angkatan Darat sebagai Kepala Departemen Latihan Sekolah Staf dan Komando TNI (Kadep Lat Sesko TNI).
“Informasi yang menyebutkan beliau dicopot karena masalah tertentu itu tidak benar. Jika yang bersangkutan bermasalah, tentu tidak akan dipercaya menempati jabatan strategis di Mabes TNI AD,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIX/Tuanku Tambusai, Letkol Inf Faisal Rangkuti. Ia menyatakan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam sistem pembinaan personel TNI.
“Pergantian pimpinan di TNI adalah hal yang wajar. Seorang prajurit bisa bertugas dalam waktu yang singkat atau lama di suatu wilayah, karena TNI siap ditugaskan kapan dan di mana saja,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, isu yang mengaitkan perpindahan tugas dengan dugaan tertentu tanpa sumber yang jelas dapat mencoreng nama baik institusi maupun perorangan.
Letkol Inf Faisal juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Jangan langsung dibagikan sebelum memastikan kebenarannya, karena dampaknya bisa fatal,” pungkasnya.(Tim/red)














