Example floating
Example floating
Jawa TimurMadiun

Gelap di Jalur Bandara Lanud Iswahyudi, Lampu Jalan Mati Sepekan Warga: Jangan Tunggu Ada Korban

Admin
×

Gelap di Jalur Bandara Lanud Iswahyudi, Lampu Jalan Mati Sepekan Warga: Jangan Tunggu Ada Korban

Sebarkan artikel ini

MAGETAN (JAWA TIMUR), hitsnasional.com – Saat senja mulai turun dan lampu-lampu di berbagai sudut kota menyala, kondisi berbeda justru terlihat di ruas Jalan Parkit, tepat di sebelah Bandara Lanud Iswahyudi. Sepanjang jalur dari kawasan Totok hingga Kleco tampak gelap gulita karena seluruh lampu penerangan jalan umum padam.

Menurut keterangan warga, kondisi tersebut sudah terjadi lebih dari lima hari dan diperkirakan telah berlangsung hampir sepekan. Hingga Senin (7/4/2026), belum terlihat adanya perbaikan ataupun pengecekan di lokasi.

“Sepanjang jalan ini dari Totok sampai Kleco mati semua, sudah lima hari yang lalu,” ujar Sinta, pemilik warung di sekitar lokasi.

Padamnya lampu jalan di jalur tersebut membuat warga resah. Selain minim penerangan, ruas jalan itu merupakan akses yang cukup ramai dilalui warga maupun pengendara yang melintas di sekitar kawasan Lanud Iswahyudi.

Anang, salah seorang warga sekitar, mengaku lampu jalan sebenarnya sempat dilaporkan kepada pihak PLN oleh salah seorang anggota intelijen Lanud. Namun, setelah sempat menyala sekali, lampu kembali padam dan hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Pernah dilaporkan ke PLN oleh salah seorang intel Lanud sini dan cuma hidup sekali saja, setelah itu mati sampai sekarang. Keadaan ini sudah semingguan,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga tidak mengetahui secara pasti kerusakan yang terjadi. Namun mereka menilai lambannya penanganan membuat kawasan tersebut semakin rawan pada malam hari.

“Entah yang rusak apanya, Mas, tapi tidak ada tindak lanjut dari PLN,” imbuh Anang.

Kondisi gelap di sepanjang ruas jalan itu juga memunculkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan. Minimnya penerangan membuat pengendara harus mengurangi kecepatan dan ekstra berhati-hati saat melintas.

“Untungnya selama ini belum ada korban. Karena gelap, para pengendara jadi sangat pelan dan hati-hati,” kata Karno, warga setempat.

Meski demikian, warga berharap perbaikan segera dilakukan dan tidak menunggu sampai terjadi insiden.

“Yang diminta jangan sampai ada korban dulu. Jangan sampai harus ada korban baru lampunya dihidupkan,” ujar Sinta dengan nada kecewa.

Warga pun meminta pihak terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa dan memperbaiki jaringan penerangan jalan di kawasan tersebut. Sebab, di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan hingga malam hari, keberadaan lampu jalan bukan hanya soal kenyamanan, melainkan juga menyangkut keselamatan.

Penulis: SGTAEditor: Adi Umar
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *