Rokan Hulu | Hitsnasional.com-Di tengah hamparan lahan pertanian Desa Pagar Mayang, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, suara mesin hand traktor memecah keheningan siang. Tanah yang sebelumnya keras perlahan dibalik, dipersiapkan menjadi lahan produktif untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Di lokasi itu, hadir pemandangan yang tak biasa. Personel kepolisian dari Polsek Tambusai Utara turun langsung ke lahan pertanian, mendampingi petani dalam proses pengolahan tanah. Bagi masyarakat setempat, kehadiran polisi di tengah sawah menjadi simbol bahwa ketahanan pangan kini menjadi gerakan bersama.
Pada Selasa, 12/05/2026 sekira pukul 11.05 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Pagar Mayang AIPDA Suhaimi Hamid melakukan pengecekan kegiatan pembajakan lahan jagung pipil seluas 1,8 hektar milik petani Anda Suganda di RT 010 RW 004 Dusun II Desa Pagar Mayang.
Pembajakan dilakukan bersama operator hand traktor Wasis Wiji Saliro sebagai tahap awal persiapan penanaman jagung yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan lahan produktif masyarakat.
Kapolsek Tambusai Utara, AKP Heri Yuliardi, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Polri memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, termasuk mendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, kami ingin hadir langsung memberikan dukungan dan pendampingan agar masyarakat semakin semangat mengelola lahan pertanian,” ujar Heri.
Menurutnya, program pendampingan pertanian yang dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri di tengah masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kepolisian juga ingin mengambil bagian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut memberikan edukasi kepada petani terkait penggunaan pupuk dasar dolomit setelah pembajakan guna menetralkan kadar pH tanah. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen jagung.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian mendapat respons positif dari masyarakat. Pendampingan yang dilakukan dinilai memberi motivasi bagi petani untuk terus memanfaatkan lahan produktif demi mendukung ketahanan pangan.
Program “Polisi Cinta Petani” yang dijalankan Polsek Tambusai Utara menjadi salah satu contoh keterlibatan institusi kepolisian dalam mendukung program pembangunan nasional dari tingkat desa. Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tugas pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan seluruh elemen, termasuk aparat kepolisian dan masyarakat.
Di lahan yang mulai dibajak itu, harapan ikut ditanam. Harapan tentang panen yang lebih baik, kesejahteraan petani yang meningkat, dan cita-cita swasembada pangan nasional yang perlahan dibangun dari desa-desa kecil di pelosok negeri.














